SISTEM PENDUKUNG KEPUTUSAN PEMILIHAN PENCAHAYAAN
INSTALASI MEDIK DENGAN MENGGUNAKAN METODE PAPRICA
Riza Alfita
Fakultas Teknik Universitas Trunojoyo Madura
E-Mail: riza_alfita@mti.ugm.ac.id
Abstrak
Metode PAPRIKA adalah suatu metode yang digunakan untuk
sistem pendukung keputusan multi-kriteria (MCDM) atau analisis conjoint
berdasarkan preferensi dengan menggunakan peringkat alternatif. Sehingga, hasil
dari program tersebut tergantung pada jumlah kriteria dan kategori, jumlah
kriteria berpasangan dari semua alternatif yang mungkin berpotensi dijadikan
suatu keputusan adalah kriteria yang mempunyai bobot terbesar setelah dihitung
menggunakan matrik berpasangan. Pedoman pencahayaan di rumah sakit sudah lama
diharapkan, karena pencahayaan merupakan salah satu parameter kesehatan
lingkungan rumah sakit yang harus memenuhi persyaratan dan nilai tertentu, dari
aplikasi yang telah dirancang maka dapat disimpulkan bahwa program tersebut
telah dapat diaplikasikan untuk menghitung besarnya intensitas cahaya yang
dibutuhkan di rumah sakit. Pedoman pencahayaan di rumah sakit sudah lama
diharapkan, karena pencahayaan merupakan salah satu parameter kesehatan
lingkungan rumah sakit yang harus memenuhi persyaratan dan nilai tertentu.
Pencahayaan yang kurang dapat mengganggu pelayanan kesehatan di rumah sakit dan
dapat menimbulkan gangguan terhadap kesehatan.
Kata kunci: PAPRIKA, Multi Criteria Decision Making
Abstract
PAPRIKA is a method used for decision support system of
multi-criteria (MCDM) or conjoint analysis of preference based decision making
using alternative ranking. thus, the results of the program depends on the
number of criteria and categories, the number of pairs of all the alternative
criteria that may potentially be used as a decision criterion is to have the
greatest weight as calculated using pairwise matrix. Guidelines for lighting in
hospitals has long been expected, because the lighting is one of the health
parameters hospital environment must meet certain requirements and value, of
the applications that have been designed, it can be concluded that the program
has to be applied to calculate the intensity of light needed at hospital.
Guidelines for lighting in hospitals has long been expected, because the
lighting is one of the health parameters hospital environment must meet certain
requirements and values. Less lighting can disrupt health services in hospitals
and can cause disruption to health.
Key words: PAPRIKA, Multi Criteria, Decision Making
PENDAHULUAN
Pedoman pencahayaan di rumah sakit sudah lama diharapkan,
karena pencahayaan merupakan salah satu parameter kesehatan lingkungan rumah
sakit yang harus memenuhi persyaratan dan nilai tertentu
Pencahayaan yang kurang dapat mengganggu pelayanan kesehatan
di rumah sakit dan dapat menimbulkan gangguan terhadap kesehatan.
Kriteria yang terdapat dalam penelitian ini didasarkan atas
pertimbangan norma-norma kesehatan lingkungan rumah sakit dan hospital
engineering, dengan demikian diharapkan bila kriteria pencahayaan di rumah
sakit diterapkan dan dipenuhi oleh pengelola rumah sakit akan dapat memperlancar
dan meningkatkan pelayanan rumah sakit dan menambah citra rumah sakit dari segi
kualitas lingkungan sebagai tempat yang nyaman, terang dan aman.[1]
Pencahayaan di rumah sakit pada umumnya menggunakan sumber
listrik yang berasal dari PLN atau pembangkit tenaga listrik yang dimiliki oleh
rumah sakit. Sistem pencahayaan harus dipilih dan mudah penggunaannya, efektif,
nyaman untuk penglihatan, tidak menghambat kelancaran kegiatan, tidak
mengganggu kesehatan terutama dalam ruang-ruang tertentu dan menggunakan energi
seminimal mungkin.
Indonesia telah memiliki standart audit energi pada bangunan
gedung yaitu SNI 03¬ 6196-2000. Standart prosedur audit energi bangunan gedung
memuat prosedur audit energi yang diperuntukkan bagi semua pihak yang terlibat
dalam perencanaan, pelaksanaan, pengawasan, dan pengelolaan gedung. Bangunan
gedung disini mencakup perkantoran, hotel, pertokoan, rumah sakit, apartemen,
dan rumah tinggal. Pada Standart prosedur audit energi bangunan gedung
didefinisikan sebagai teknik yang dipakai untuk menghitung besarnya konsumsi
energi pada bangunan gedung dan mengenali cara-cara untuk pengehamatannya.
Praktek pelaksanaan dilapangan, banyak sekali bangunan yang
tidak siap untuk diaudit, dalam arti tidak menyediakan/sulit menyediakan
kelengkapan-kelengkapan data dasar yang dibutuhkan untuk pelaksanaan teknis
audit terarsipkan (misalnya karena data instalasi listrik as built drawing
tidak ada
karena tidak terasipkan secara lengkap dan lain-lain), dan
hal-hal yang terkait manajemen energi pada bangunan gedung tersebut.
Melihat kondisi tersebut, maka diperlukan adanya sistem
pendukung keputusan pemilihan pencahayaan yang sesuai dengan kondisi instalasi
medik di rumah sakit.
TUJUAN PENELITIAN
Tujuan penelitian ini adalah
- Membuat aplikasi sistem pendukung keputusan pencahayaan
menggunakan metode PAPRICA.
- Membuat aplikasi perhitungan Iluminasi
berdasarkan standart Departemen
Kesehatan RI dan SNI 03-6196-2000.
TINJAUAN PUSTAKA
Audit Energi Listrik
Standart prosedur audit energi pada bangunan gedung rumah
sakit ini dimaksudkan sebagai pedoman bagi semua pihak yang terlibat dalam
perencanaan, pelaksanaan, pengawasan dan pengelolaan bangunan gedung rumah
sakit dalam rangka peningkatan efisiensi penggunaan energi dan menekan biaya
energi tanpa harus mengurangi kualitas kinerjanya. Audit energi bertujuan
mengetahui "Potret Penggunaan Energi" dan mencari upaya peningkatan
efisiensi penggunaan energi. Pembahasan audit energi meliputi : prosedur audit
energi, audit energi awal, audit energi rinci, identifikasi peluang hemat
energi, analisis peluang hemat energi, laporan dan rekomendasi.[2]
Konsumsi energi listrik disuatu Rumah Sakit harus dipikirkan
sejak perencanaan dan merupakan hasil pemikiran dari perencana, pemilik dan
pelaksana. Perencanaan sebuah bangunan termasuk konsumsi energi listrik
memperhatikan pula perkembangan kebutuhan pada masa yang akan datang. Akibat
keterbatasan dana dan aspek sosial yang lain, segala aspek perencanaan tidak
dapat dilaksanakan oleh pemilik maupun pelaksana. Tidak sesuainya perencanaan
dengan pelaksanaan perlu adanya evaluasi agar dapat menggunakan energi listrik
seefisien mungkin sehingga biaya operasional dapat ditekan serendah-rendahnya.
Evaluasi pemakaian energi listrik merupakan penelitian secara menyeluruh dari
aspek historis dan aspek pengukuran di lapangan mengenai peralatan
dan konsumsi energi listrik yang dikenal dengan audit
energi. Audit energi ini dimaksudkan untuk mengetahui tingkat pemakaian energi
listrik, sehingga dapat diketahui efisien dan tidaknya konsumen dalam pemakaian
energi listrik dan diketahui peluang penghematan yang dapat dilaksanakan.
Gambar 1. Bagan Alur Audit Energi dan
Implementasi (SNI 03- 6196-2000)
Penelitian tentang audit energi yang akan dilaksanakan di
Departemen Kesehatan RI dilakukan dengan mengikuti prosedur audit energi
Standar Nasional Indonesia (SNI 03- 6196–2000). Parameter IKE (Intensitas
Konsumsi Energi) menggunakan Pedoman Pelaksanaan Konservasi Energi dan
Pengawasan di lingkungan Departemen Kesehatan RI sebagai tolak ukur tingkat
pemakaian energi listrik. Proses audit energi meliputi audit awal, audit rinci,
implementasi dan peluang hemat energi.
Decision Support System
Definisi DSS menunjukkan DSS sebagai sebuah sistem yang
dimaksudkan untuk mendukung para pengambil keputusan manajerial dalam situasi
keputusan semi terstruktur. DSS dimaksudkan untuk menjadi
alat bantu bagi para pengambil keputusan untuk memperluas
kapabilitas mereka, namun tidak untuk menggantikan penilaian. DSS ditujukan
untuk keputusan-keputusan yang memerlukan penilaian atau pada
keputusan-keputusan yang sama sekali tidak dapat didukung oleh algoritma.
Komponen-komponen DSS[3]
- Subsistem Manajeman Data
Subsistem manajeman data Memasukkan satu database yang
berisi data yang relevan untuk situasi dan dikelola oleh perangkat lunak yang
disebut sistem manajemen database (DBMS). Subsistem manajemen data dapat
diinterkoneksikan dengan data warehouse, suatu data yang relevan untuk
pengambil keputusan. Biasanya data disimpan atau diakses via server web
database
- Subsistem Manajemen Model.
Merupakan paket perangkat lunak yang memasukkan model
keuangan, statistik, ilmu manajemen atau model kuantitatif lainnya yang
memberikan kapabilitas analitik dan manajemen perangkat lunak yang tepat.
Bahasa pemodelan untuk membangun model-model kustom yang dimasukkan. Perangkat
lunak ini sering disebut sistem manajeman basis model (MBMS) komponen ini dapat
dikoneksikan ke penyimpnan yang ada pada model.
- Subsistem Antarmuka Pengguna.
Pengguna berkomunikasi dengan dan memerintahkan DSS melalui
subsistem ini.
Pengguna adalah bagian yang
dipertimbangkan dari sistem. Para peneliti menegaskan bahwa
beberapa kontribusi unik dari DSS berasal dari interaksi yang intensif antara
komputer dan pembuat keputusan.
- Subsistem Manajemen Berbasis
Pengetahuan.
Subsistem ini dapat mendukung semua subsistem lain atau
bertindak sebagai suatu komponen independent. Ia memberikan intelligensi untuk
memperbesar pengetahuan si pengambil keputusan
METODE PAPRIKA
Metode paprika adalah suatu metode yang digunakan untuk
pengambil keputusan multi
kriteria/multicriteria decision making
(MCDM) atau analisis conjoint berdasarkan
keputusan-keputusan preferensi yang
Gambar 3. Capture Jenis Penerangan
Gambar 4. Capture Hasil Perhitungan Matrik Berpasangan
Dengan Metode PAPRIKA
A3+B3+C3+D3+E3 > A3+B3+C3+D3+E2 > A3+B3+C3+D2+E3 >
A3+B3+C2+D3+E3
Dari perhitungan perbandaingan matrik pada program diatas
maka dapat disimpulkan bahwa sistem penerangan yang dapat digunakan adalah
kriteria yang mempunyai nilai terbesar
Use Case
Gambar 3. Use Case Diagram
KESIMPULAN
1. Aplikasi
yang telah dibuat dapat digunakan sebagai sistem pendukung keputusan pemilihan
peralatan penerangan yang sesuai dengan standart Departemen Kesehatan RI.
2. Aplikasi
tersebut telah dapat diaplikasikan untuk menghitung Illuminasi yang dibutuhkan
dalam instalasi medik rumah sakit
3. Metode
PAPRIKA dapat digunakan sebagai salah satu metode untuk sistem pendukung
keputusan
SARAN
1. Perlu
adanya kajian lebih lanjut mengenai kehandalan metode PAPRIKA
2. Aplikasi yang dibuat perlu
ditambahkan kriteria yang lebih spesifik
DAFTAR PUSTAKA
[1] Wasisto,
Broto. Pedoman Pencahayaan Di Rumah Sakit. Jakarta : Departemen Kesehatan
Republik Indonesia.
[2] Endro,
Herman. Teknik Penghematan Energi Pada Sistem Pencahayaan. Jakarta: Departemen
Pendidikan Nasional. 2003.
[3] Turban,
Efraim. Decision Support System and Intelligent Systems. Yogyakarta : Andi
Publisher. 2005
[4] Audit
Energi dan Implementasi (SNI 03- 6196-2000)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar